Syarat Permohonan Pendaftaran Merek

Permohonan pendaftaran merek

  • Syarat dan Prosedur

Pendaftaran merek bertujuan untuk memperoleh kepastian dan perlindungan hukum mengenai hak atas merek. Pendaftaran merek dilakukan pada Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual Departemen Kehakiman (kini Hukum dan HAM) selanjutnya disebut Direktorat Jenderal. Direktrorat Jenderal adalah instansi pendaftaran merek yang ditugasi untuk mendaftarkan merek yang dimohonkan pendaftarannya oleh pemilik merek. Untuk melakukan pendaftaran merek perlu dimihinkan pendaftaran terlebih dahulu berdasarkan syarat – syarat dan prosedur yang ditentukan oleh undang – undang nomor 15 tahun 2001.

 

Permohonan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Direktorat Jenderal dengan mencantumkan:

  1. Tanggal, bulan dan tahun
  2. Nama lengkap, kewarganegaraan, dan alamat pemohon
  3. Nama lengkap dan alamat kuasa apabila pemohon diajukan melalui kuasa
  4. Warna – warna apabila merek yang dimohonkan pendaftarannya menggunakan unsur – unsur warna
  5. Nama negara dan tanggal permohonan merek yang pertama kali dalam hal permohonan diajukan dengan hak prioritas (pasal 7 ayat (1) undang – undang nomor 15 tahun 2001)

 

Pasal 10 undang – undang nomor 15 tahun 2001 mengatur pemohon yang berkedudukan di luar wilayah Negara Republik Indonesia. Menurut ketentuan pasal tersebut, permohonan yang diajukan oleh pemohon yang bertempat tinggal atau berkedudukan tetap di luar wilayah Negara Republik Indonesia wajib diajukan melalui kuasanya di Indonesia. Permohonan tersebut wajib menyatakan dan memilih tempat tinggal kuasanya sebagai domisili hukumnya di Indonesia.

 

 

Untuk informasi lebih lanjut bisa konsultasi pada kami :

MARTEN LUCKY ZEBUA, S.H, MH.

No. Telp 0812-2514-4565 / 022-6034664

Website : www.martenluckyzebua.co.id

Jln. Jend Sudirman No.802 (Bandung)