Penggunaan Hak Prioritas (Merek)

Permohonan dengan menggunakan hak prioritas harus diajukan dalam waktu paling lama enam bulan terhitung sejak tanggal penerimaan permohonan pendaftaran merek yang pertama kali diterima di Negara lain, yang menggunakan anggota Konvensi Paris atau Organisasi Perdagangan Dunia (Pasal 11 Undang – Undang Nomor 15 Tahun 2001).

Konvesi internasional yang dimaksud dalam pasal ini adalah Paris Convention for the Protection of Industrial Property 1883 dan World Trade Organization beserta segala perjajian lain yang mengubah atau melengkapinya yang membuat beberapa ketentuan berikut:

  1. Jangka waktu mengajukan permohonan dengan hak prioritas adalah enak bulan.
  2. Jangka waktu enam bulan tersebut sejak tanggal pengajuan permohonan pertama di negara asal atau salah satu negara Konvensi Paris.
  3. Tanggal pengajuan tidak termasuk dalam perhitungan jangka waktu enam bulan.
  4. Jika jangka waktu terakhir adalah hari libur atau hari Direktorat Jenderal tutup, jangka waktu pengajuan permohonan diperpanjang sampai pada permulaan hari kerja berikutnya.

Permohonan dengan menggunakan hak prioritas wajib dilengkapi dengan bukti tentang penerimaan permohonan pendaftaran merek yang pertama kali ditimbulkan hak prioritas tersebut. Bukti hak prioritas yang dimaksud itu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Apabila ketentuan – ketentuan ini tidak dipenuhi dalam waktu paling lama tiga bulan setelah berakhirnya mengajukan permohonan dengan menggunakan hak prioritas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, permohonan tersebut tetap diproses, tetapi tanpa menggunakan hak prioritas (Pasal 12 Undang – Undang Nomer 15 Tahun 2001).

Untuk informasi lebih lanjut bisa konsultasi pada kami :

MARTEN LUCKY ZEBUA, S.H, MH.

No. Telp 0812-2514-4565 / 022-6034664

Website : www.martenluckyzebua.co.id

Jln. Jend Sudirman No.802 (Bandung)